Kuliah di Inggris: Beasiswa dan Tips Mendapatkannya

Kuliah di Inggris, why not? Inggris memang dikenal dengan sistem pendidikannya yang berkualitas. Menurut data dari QS World University Rankings, terdapat 18 perguruan tinggi Inggris yang masuk dalam daftar universitas terbaik dunia. Bukan hanya itu, Inggris juga memiliki lanskap dan arsitektur yang indah dan memukau, juga berbagai keberagaman budaya yang sangat menarik untuk dilihat. 

Mahalnya biaya kuliah memang menjadi salah satu hambatan utama bagi banyak orang. Namun jangan khawatir, kamu bisa memperoleh berbagai macam beasiswa untuk mengejar mimpi kuliahmu di Inggris. Menurut data dari Higher Education Statistics Agency (HESA), pada tahun akademik 2019/2020 terdapat sekitar 485.645 mahasiswa internasional yang terdaftar di perguruan tinggi di Inggris, dan sekitar 30% dari mereka menerima beasiswa dari pihak ketiga. Jadi bisa dilihat bahwa peluang beasiswa yang tersedia sebenarnya cukup banyak. Yuk, simak beberapa beasiswa yang bisa kamu coba!

 

Untuk Tingkat S1

  1. Jardine Foundation Scholarship – Beasiswa S1 penuh, khusus untuk tujuan Cambridge University dan Oxford University: pelajari lebih lanjut
  2. Indonesia Regional Scholarship – Potongan uang kuliah hingga GBP 3.000 untuk program kuliah S1 di University of Essex: pelajari lebih lanjut
  3. Westminster Undergraduate Full Scholarship – Beasiswa S1 penuh untuk siswa dari berbagai negara berkembang. pelajari lebih lanjut

Untuk Tingkat S2 & S3

  1. GREAT Scholarship – Kolaborasi British Council dengan beberapa universitas ternama di Inggris, memberikan beasiswa parsial untuk S2: pelajari lebih lanjut
  2. Chevening Scholarship – Beasiswa penuh untuk jenjang pendidikan S2 dari pemerintah Inggris: pelajari lebih lanjut
  3. Academic Excellence International Masters Scholarship – Beasiswa parsial hingga GBP 5.000 untuk program kuliah S2 di University of Essex: pelajari lebih lanjut
  4. Gates Cambridge Scholarsip – Program beasiswa yang didanai Bill dan Melinda Gates Foundation untuk siapapun yang ingin melanjutkan postgraduate study (S2 dan S3): pelajari lebih lanjut
  5. Commonwealth Scholarship – Beasiswa untuk pelajar dari berbagai negara berkembang untuk kuliah S2 dan S3: pelajari lebih lanjut

 

Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Inggris

Berikut ini beberapa tips untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di Inggris:

Lakukan riset yang matang tentang beasiswa yang tersedia dan persyaratan yang dibutuhkan. Pastikan kamu memenuhi semua kriteria dan jangan sampai kelewatan deadline pengajuan. Cari lebih banyak informasi dari berbagai sumber terpercaya, salah satunya adalah https://globalscholarships.com/best-scholarships-uk/. Global Scholarships didirikan pada tahun 2017 sebagai platform bagi mahasiswa internasional untuk mencari beasiswa di seluruh dunia. Misi mereka adalah menyediakan cara yang mudah diakses bagi mahasiswa internasional untuk mencari dan menemukan informasi beasiswa yang komprehensif, akurat, dan terkini. 
Manfaatkan sumber daya yang ada, seperti kantor urusan internasional di kampus atau konselor pendidikan untuk membantu menemukan informasi tentang beasiswa yang sesuai dengan minat dan kualifikasi kamu.
Fokus pada prestasi akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pengalaman kerja yang relevan untuk memperkuat lamaran beasiswa kamu. Pastikan kamu menunjukkan kemampuan dan potensi kamu secara jelas dan meyakinkan.
Buat surat pengantar (motivation letter) yang kuat dan meyakinkan. Jelaskan mengapa kamu layak mendapatkan beasiswa tersebut dan apa yang akan kamu lakukan setelah lulus dari program studi tersebut.
Jangan ragu untuk mencari saran dan dukungan dari mentor atau seseorang yang memiliki pengalaman dalam mendapatkan beasiswa di Inggris. Mereka dapat memberikan informasi dan saran yang berharga.
Persiapan kemampuan bahasa Inggris juga sangat penting karena umumnya beasiswa di Inggris mensyaratkan nilai IELTS atau TOEFL sebagai salah satu persyaratan. Berlatih dengan tutor handal bersama KitaCakap juga akan sangat membantu untuk mengingkatkan kemampuan listening & speaking Kamu lho!  

 

Selain itu, kamu juga bisa mencari informasi lebih lanjut mengenai beasiswa dan tips-tips mendapatkannya di situs web resmi dari masing-masing universitas dan lembaga penyedia beasiswa. Kuliah di Inggris bukanlah impian yang tidak mungkin untuk dicapai. Dengan beasiswa dan persiapan yang matang, kamu pasti bisa mewujudkannya. Selamat berjuang untuk meraih cita-cita dan jangan lupa untuk terus berusaha menjadi yang terbaik!

 

Sumber:

QS World University Rankings. (2022). QS World University Rankings 2022. Diakses pada 30 Maret 2023, dari https://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2022

UCAS. (2021). International applicant data. Diakses pada 30 Maret 2023, dari https://www.ucas.com/data-and-analysis/undergraduate-statistics-and-reports/applicant-statistics/international-applicant-data

Lingkungan Kerja Multikultural: Memahami Perbedaan Budaya

Bekerja di lingkungan kantor yang beragam budaya dapat membawa banyak manfaat. Kendatipun begitu, hal ini dapat memicu masalah jika tidak dilakukan dengan tepat. Seringkali kita tidak menyadari bahwa tindakan atau ucapan kita dapat menyinggung rekan kerja dari budaya yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami perbedaan budaya di lingkungan kerja multikultural. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari tindakan yang dapat memicu masalah.

Masalah Umum di Lingkungan Kerja Multikultural

Ini dia beberapa masalah umum yang sering dialami ketika bekerja di lingkungan kantor dengan beragam budaya:

Bercanda di tempat yang tidak tepat. 

Budaya humor dapat berbeda-beda di setiap negara. Di beberapa budaya seperti Amerika dan Inggris, humor sering digunakan untuk memecah kebekuan dan mempererat hubungan antara rekan kerja. Namun, di beberapa budaya seperti Jepang dan Thailand, bercanda di tempat kerja seringkali dianggap tidak sopan dan tidak profesional.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami budaya rekan kerja kita dan menghindari bercanda di tempat yang tidak tepat. Jika tidak yakin, sebaiknya hindari bercanda di tempat kerja dan jangan risikokan hubungan profesional Anda.

Tidak memperhatikan hirarki. 

Setiap negara memiliki budaya hirarki yang berbeda-beda. Di beberapa negara seperti Cina dan Korea, hirarki sangat ditekankan dan sangat penting untuk memperhatikan jabatan dalam setiap interaksi. Namun, di negara-negara seperti Amerika dan Australia, interaksi lebih santai dan tidak terlalu memandang jabatan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami budaya hirarki rekan kerja Anda dan menghindari tindakan yang dapat dianggap tidak menghormati atasan. Pastikan untuk memperhatikan jabatan dalam setiap interaksi dan tidak bersikap terlalu santai jika tidak pantas.

Tepat waktu vs jam karet. 

Setiap negara memiliki budaya waktu yang berbeda-beda. Di beberapa negara seperti Jepang dan Jerman, tepat waktu sangat ditekankan dan terlambat bahkan satu menit saja dianggap tidak sopan. Namun, di negara-negara seperti Indonesia, jam karet masih sangat lazim dan terlambat dalam beberapa menit dianggap wajar.

Oleh karena itu, penting untuk memahami budaya waktu rekan kerja Anda dan menghindari terlambat dalam setiap pertemuan atau acara. Jika tidak yakin, sebaiknya datang lebih awal untuk menghindari terlambat.

Miskomunikasi

Komunikasi dapat berbeda-beda di setiap negara. Dalam budaya barat, manajer cenderung memberikan kebebasan kepada karyawan untuk memberikan pendapat dan saran, bahkan ketika mendapat instruksi atau tugas yang sulit atau tidak dapat dicapai pada deadline yang diberikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tim bekerja secara efektif dan produktif, serta memberikan rasa kepercayaan kepada karyawan bahwa mereka dapat berkontribusi dengan cara yang positif.

Namun, dalam budaya timur, terutama di Asia, karyawan cenderung mengikuti instruksi tanpa banyak bertanya dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh manajer atau atasan. Hal ini dikarenakan budaya timur cenderung lebih konservatif dan menempatkan penghargaan yang tinggi pada hierarki dan otoritas. Karyawan merasa bahwa mematuhi aturan dan instruksi dari atasan adalah cara yang terbaik untuk menunjukkan rasa hormat dan penghormatan.

Ketika kedua budaya ini bertemu di lingkungan kerja, terkadang terjadi kesalahpahaman. Manajer dari budaya barat mungkin mengharapkan karyawan dari budaya timur untuk berkontribusi dengan memberikan pendapat dan saran, tetapi karyawan dari budaya timur mungkin merasa tidak nyaman untuk melakukannya karena takut dianggap tidak menghormati atasan atau merusak hubungan yang baik dengan rekan kerja.

Gaya berbicara yang berbeda. 

Budaya yang berbeda memiliki gaya berbicara yang berbeda pula. Misalnya, dalam budaya barat, komunikasi seringkali dilakukan secara langsung dan terbuka, sedangkan di budaya timur, komunikasi cenderung lebih halus dan tidak langsung. Ketika orang dengan budaya berbeda berkomunikasi, seringkali terjadi kesalahpahaman dan ketidaknyamanan, karena cara berbicara yang berbeda.

Permasalahan di atas biasanya muncul karena keberagaman budaya yang membuat masing-masing individu memiliki perbedaan nilai, cara berpikir, dan cara bekerja. Misalnya, nilai-nilai seperti kebebasan pribadi, kebebasan berekspresi, dan hak asasi manusia sangat dihargai di budaya barat, sedangkan di budaya timur, nilai seperti kehormatan, kerendahan hati, dan harmoni sosial lebih dihargai.

Cara berpikir dan memandang dunia dalam budaya yang berbeda juga berbeda. Misalnya, budaya barat cenderung lebih individualistik, sedangkan budaya timur lebih kolektivis. Dari cara bekerja pun, budaya Barat cenderung fokus pada hasil akhir dan pencapaian individu, sedangkan budaya Timur cenderung fokus pada proses dan pencapaian tujuan bersama. Ketika orang dengan budaya berbeda bekerja bersama, perbedaan cara berpikir ini dapat memicu konflik dan ketidaksepahamanan.

Pemahaman Lintas Budaya (Cross-Cultural Understanding)

Dalam mengatasi masalah perbedaan budaya di lingkungan kerja, penting bagi setiap individu untuk belajar dan memahami budaya orang lain, serta menghargai perbedaan tersebut. Hal ini disebut juga cross-cultural understanding atau pemahaman lintas budaya. Pemahaman lintas budaya dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan budaya atau seminar, sesi-sesi diskusi, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan menghargai perbedaan di lungkungan kerja multikultural.

Cross-cultural understanding memiliki beberapa manfaat penting, di antaranya:

Mengurangi prasangka dan stereotip: Salah satu manfaat utama dari cross-cultural understanding adalah dapat mengurangi prasangka dan stereotip terhadap kelompok budaya yang berbeda. Dengan memahami budaya orang lain secara lebih mendalam, kita dapat melihat individu dengan lebih objektif dan tidak terkait dengan stereotip negatif yang mungkin terbentuk akibat kurangnya pemahaman.
Membangun kepercayaan: Dalam konteks bisnis atau lingkungan kerja, cross-cultural understanding dapat membantu membangun kepercayaan antara rekan kerja yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Dengan memahami cara berpikir dan latar belakang budaya rekan kerja kita, kita dapat lebih memahami intensi mereka dalam berkomunikasi dan bertindak. Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya di antara anggota tim.
Meningkatkan kesempatan karir: Cross-cultural understanding juga dapat membuka peluang karir yang lebih besar bagi individu. Dalam konteks globalisasi, banyak perusahaan mencari karyawan yang dapat beradaptasi dengan berbagai macam budaya. Dengan memiliki kemampuan cross-cultural understanding yang baik, seseorang akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda dan dapat menjadi kandidat yang menarik bagi perusahaan.
Perkembangan bisnis yang lebih baik: Terakhir, cross-cultural understanding dapat membantu meningkatkan kinerja bisnis. Dalam lingkungan kerja yang multikultural, hubungan yang harmonis antara anggota tim dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dengan pemahaman yang baik mengenai budaya rekan kerja kita, kita dapat mempercepat proses komunikasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis yang sama.

Pentingnya Pemahaman Budaya dalam Komunikasi Profesional

Dalam era bisnis yang semakin mengglobal, penting bagi individu dan manajemen perusahaan untuk memberikan perhatian yang serius terhadap cross-cultural understanding. Menjadi kunci sukses di perusahaan multinasional dan mendapatkan kesempatan bisnis yang luas di kancah internasional, pemahaman lintas budaya tidak hanya menjadi pilihan, tetapi juga menjadi kebutuhan yang mendesak.

Di era ini, perusahaan tidak lagi terbatas pada batasan geografis. Perusahaan-perusahaan multinasional menjalin hubungan dengan pelanggan, mitra bisnis, dan rekan kerja dari berbagai belahan dunia. Dalam konteks ini, keberhasilan dan kinerja maksimal sangat tergantung pada kemampuan individu dan manajemen perusahaan untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya yang ada.

Cross-cultural understanding melibatkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif, menghargai dan menghormati nilai-nilai, norma-norma, dan kepercayaan budaya yang berbeda. Hal ini juga melibatkan pengetahuan tentang protokol bisnis yang berlaku di berbagai negara dan kemampuan untuk beradaptasi dengan praktik bisnis yang berbeda-beda.

Dengan memiliki cross-cultural understanding yang kuat, individu dapat membangun hubungan kerja yang harmonis. Perusahaan juga bisa meningkatkan kerjasama tim yang efektif dan memperluas peluang bisnis di pasar internasional. Sementara itu, manajemen perusahaan yang memprioritaskan cross-cultural understanding dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Lingkungan ini akan membuat setiap karyawan merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi.

Kesimpulan

Dalam konteks bisnis yang semakin mengglobal ini, cross-cultural understanding bukanlah sekadar pilihan tambahan, tetapi merupakan kebutuhan yang strategis. Perusahaan dan individu yang mampu menguasai cross-cultural understanding akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Mereka memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar global yang dinamis. Dengan demikian, investasi dalam pengembangan cross-cultural understanding tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga membuka peluang bisnis yang luas dan berkelanjutan di dunia yang semakin terhubung ini.

Dalam setiap proses pembelajarannya, KitaCakap selalu menjadikan pemahaman budaya sebagai muatan yang penting untuk dipelajari. Hal ini sejalan dengan salah satu misi KitaCakap untuk mengedukasi profesional muda Indonesia tentang keberagaman dan saling memahami antar budaya. Daftar sekarang untuk belajar bahasa dan budaya bersama KitaCakap.

Budaya Bisnis Barat untuk Navigasi Karir

Nilai-nilai budaya Barat telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan di seluruh dunia, termasuk di dunia kerja dan bisnis. Sebagai seorang profesional muda, penting untuk kita memahami nilai-nilai ini agar dapat berhasil dan berkarir di lingkungan kerja yang semakin global. Berikut adalah beberapa nilai-nilai budaya Barat yang wajib Kamu ketahui dalam konteks kerja dan bisnis:

Individualisme

Nilai individualisme sangat ditekankan dalam budaya Barat, yang menekankan pentingnya kebebasan dan keputusan individu. Seorang profesional yang berorientasi pada nilai individualisme akan fokus pada pencapaian pribadi. Ia akan berusaha untuk meraih kesuksesan sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain. Dalam konteks kerja dan bisnis, individualisme dapat membantu untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi, karena seorang profesional akan berusaha untuk mencapai tujuan pribadi dan meraih hasil yang optimal. Mereka juga akan sangat menghargai kepercayaan diri yang diiringi oleh kompetensi yang juga mumpuni. Sedikit berbeda dengan budaya ketimuran yang menjunjung tinggi kerendahan hati, budaya Barat akan lebih mengedepankan prestasi individu dan kepercayaan diri untuk menunjukan prestasi-prestasi tersebut sebagai bagian dari kredibilitas diri.

Etika Kerja yang Kuat

Budaya Barat sangat menghargai etika kerja yang kuat, termasuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketekunan. Seorang profesional yang menerapkan nilai-nilai ini dalam pekerjaannya akan menunjukkan integritas dan dapat diandalkan oleh rekan kerja dan atasan. Etika kerja yang kuat juga membantu untuk meningkatkan reputasi perusahaan dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Contoh terdekat dengan kita adalah tepat waktu. Bekerja di perusahaan multinasional yang sarat dengan budaya Barat, kita harus sangat memperhatikan waktu dan menghindari keterlambatan karena rekan kerja dan atasan kita akan merasa waktunya tidak dihargai jika kita terlambat.

Inovasi

Budaya Barat sangat mendorong inovasi dan kreativitas, yang merupakan kunci kesuksesan dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif. Seorang profesional yang berorientasi pada nilai inovasi akan selalu mencari cara baru untuk meningkatkan produk atau layanan perusahaan dan menciptakan nilai tambah untuk pelanggan. Nilai inovasi juga membantu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam lingkungan kerja, sehingga memperkuat daya saing perusahaan. Sebagai individu, kita juga akan sangat diharapkan untuk mengajukan ide atau inisiatif bertanya jika mengalami kesulitan.

Keterbukaan

Nilai keterbukaan juga sangat penting dalam budaya Barat, yang menekankan pentingnya mendengarkan dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang yang berbeda. Seorang profesional yang berorientasi pada nilai keterbukaan akan terbuka terhadap ide-ide baru dan beragam. Selain itu, ia juga mampu bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Biasanya, perusahaan dengan budaya barat juga lebih terbuka terhadap eksperimen. Karena itu, mereka juga memberi karyawan ruang untuk melakukan kesalahan. Hal ini diiringi dengan keberanian mengakui kesalahan tersebut dan belajar untuk memperbaikinya.

Dalam dunia kerja yang semakin global ini, sebagai profesional muda, pemahaman terhadap nilai-nilai budaya Barat merupakan modal yang tak ternilai. Dengan memahami nilai-nilai budaya yang beragam, kita dapat meningkatkan kinerja kita, menciptakan hubungan kerja yang harmonis, dan membuka peluang karier yang lebih luas. Selain budaya bisnis barat, perlu juga untuk kita memahami budaya bisnis di negara-negara timur seperti Jepang, Cina, Korea. Mari kita terus mengembangkan diri kita dalam memahami berbagai budaya, sehingga kita dapat menghadapi tantangan dunia kerja dengan percaya diri dan kesuksesan yang berkelanjutan.

Idiom Amerika terpopuler yang Wajib Kamu Tahu

Di Indonesia, sudah banyak perusahaan multinasional Amerika yang beroperasi dan memberdayakan orang-orang Indonesia sebagai karyawan dan manajemennya. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, termasuk manufaktur, keuangan, teknologi informasi, energi, pertambangan, dan lain sebagainya. Bahkan, banyak juga perusahaan yang beroperasi di Amerika namun mencari tenaga kerja dari seluruh dunia secara remote, salah satunya Indonesia. Kalau Kamu ingin mengambil kesempataan itu dan meroket di dunia karir di perusahaan multinasional, Kamu tidak hanya perlu menguasai Bahasa Inggris formal saja. Kamu juga harus bisa memahami dan menggunakan ungkapan yang bersifat kontekstual atau biasa disebut idiom, termasuk idiom Amerika.

Idiom adalah sebuah ungkapan atau frasa yang maknanya tidak dapat dipahami secara harfiah atau kata per kata, tetapi harus dipahami dalam konteks budaya atau bahasa tertentu. Idiom seringkali mempunyai arti dan penggunaan yang berbeda dari makna kata atau frasa secara individual. Dengan kata lain, jika kita tidak pernah mendengarnya, sulit untuk kita menebak makna sebuah idiom dari arti kata per kata. 

Di Amerika, banyak digunakan idiom atau ungkapan yang seringkali unik. Jika Kamu bertemu dengan rekan kerja atau expatriate dari Amerika, kemampuan untuk memahami dan menggunakan idiom dengan tepat dapat membantu Kamu berkomunikasi dengan mereka secara lebih lancar dan efektif. Bahkan, menguasai penggunaan idiom terkadang juga dianggap sebagai indikator utama dari kemampuan seseorang untuk menguasai Bahasa Inggris secara menyeluruh.

Selain itu, mengetahui idiom juga sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi bisnis dengan rekan kerja dari Amerika. Ada banyak idiom dalam Bahasa Inggris yang memiliki arti figuratif dan tidak dapat dipahami secara harfiah, sehingga memahami idiom tersebut dapat membantu Kamu menghindari kesalahpahaman dalam konteks bisnis dan memastikan bahwa pesan Kamu disampaikan dengan jelas dan efektif.

Contoh Idiom Amerika

Berikut ini 10 idiom terpopuler di Amerika yang wajib Kamu ketahui dalam konteks pekerjaan:

 

“Ballpark figure”

Artinya perkiraan atau angka kasar. Contoh penggunaan: “I don’t know the exact price, but I can give you a ballpark figure.”

 

“Bite the bullet”

Artinya harus menerima sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan dengan tegar. Contoh penggunaan: “I’m not happy about having to work overtime every day, but I have to bite the bullet if I want a raise.”

 

“Cutting corners”

Artinya melakukan sesuatu dengan cara yang tidak benar atau tidak lengkap untuk menghemat waktu atau uang. Contoh penggunaan: “We can’t cut corners on this project because it would compromise the quality of the work.”

 

“Get the ball rolling”

Artinya memulai suatu proyek atau kegiatan. Contoh penggunaan: “Let’s get the ball rolling right away.”

 

“Hit the nail on the head”

Artinya membuat pendapat atau analisis yang tepat dan akurat. Contoh penggunaan: “You really hit the nail on the head with your analysis of the stock market.”

 

“In the same boat” 

Artinya dalam situasi yang sama dengan orang lain. Contoh penggunaan: “We are all in the same boat because we have to face high work pressure here.”

 

“Jump the gun”

Artinya bertindak terlalu cepat atau prematur. Contoh penggunaan: “Don’t jump the gun by making a decision before you consider all the available facts.”

 

“On the same page”

Artinya memiliki pandangan yang sama tentang suatu hal. Contoh penggunaan: “I’m glad that we are all on the same page about the direction of our business strategy.”

 

“The ball is in your court”

Artinya saatnya bagi seseorang untuk mengambil tindakan atau membuat keputusan. Contoh penggunaan: “We have provided all the necessary information, now the ball is in your court to make a decision.”

 

“Under the weather”

Artinya merasa sakit atau kurang sehat. Contoh penggunaan: “I can’t come to the office today, I’m feeling under the weather.”

Belajar Idiom Lebih Lanjut

Berikut ini adalah beberapa sumber terercaya yang dapat Kamu gunakan untuk mempelajari lebih lanjut tentang idiom dalam Bahasa Inggris:

Kamu juga bisa mendaftar kelas Bahasa Inggris KitaCakap untuk bisa berlatih secara langsung dengan orang Amerika di sini: Daftar

Jadi, sudah tau kan betapa pentingnya mempelajari dan menguasai idiom dalam Bahasa Inggris? Jika ingin meningkatkan kemampuan profesional dan sukses di dunia kerja internasional, kamu wajib belajar Bahasa Inggris dan menguasain idiom di masing-masing negara, salah satunya Amerika. Selamat belajar dan semoga berhasil! Break a leg!

Kuliah di Jepang: Beasiswa dan Tips Mendapatkannya

Mendapatkan pengalaman kuliah di luar negeri adalah salah satu impian banyak orang. Namun, terkadang banyak pilihan yang tersedia membuat kita bingung mau memilih yang mana. Jika kamu mencari pengalaman kuliah yang unik dan menarik, maka kuliah di Jepang lah yang harus kamu tuju! Selain kualitas pendidikan yang tinggi, negara ini juga menyediakan banyak beasiswa dan kesempatan kerja untuk pendatang.

Sekolah di Jepang juga memberikan banyak keuntungan, terutama bagi mereka yang ingin mendalami keilmuan atau minat tertentu. Berikut adalah beberapa keuntungan kuliah di Jepang:

  1. Belajar ilmu spesifik yang dikuasai Jepang. Jepang dikenal sebagai salah satu negara yang sangat maju dalam bidang animasi, komik, teknologi, dan masih banyak bidang lainnya. Jika kamu belajar di Jepang, kamu akan belajar dari para ahlinya.
  2. Peluang kerja yang besar. Banyak perusahaan Jepang yang tersebar di seluruh dunia di berbagai industri, termasuk di Indonesia. Sebagai lulusan Jepang, kamu memiliki peluang besar untuk ditempatkan di cabang perusahaan Jepang di seluruh dunia.
  3. Pertemanan yang luas dari seluruh dunia. Tahukah kamu bahwa pengguna bahasa Jepang terbanyak ke-10 di dunia? Artinya, Japanese speaker, alias orang yang bisa bahasa Jepang, ada di mana-mana selain di Jepang. Apalagi, dengan era digitalisasi ini, kamu bisa mendapatkan teman yang berbahasa Jepang tak hanya dari Jepang saja.
  4. Memahami filosofi dan budaya Jepang yang hanya bisa dirasakan di Jepang. Jepang memiliki filosofi dan budaya yang unik seperti Zen, wabi-sabi, kaizen, dan lain-lain. Dengan tinggal di Jepang, kamu akan merasakan dan lebih memahami apa makna dari budaya tersebut.

Tips & Trick Kuliah di Jepang

Menarik bukan? Nah, jika kamu tertarik untuk kuliah di Jepang, ada beberapa tips yang dapat membantumu mendapatkan beasiswa dan mempermudah perjalananmu di Jepang:

Persiapkan kemampuan bahasa Jepangmu.

Untuk dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal dan belajar dengan baik, kamu memerlukan kemampuan bahasa Jepang yang cukup baik. Kamu bisa mulai belajar bahasa Jepang sebelum berangkat, atau mengambil program bahasa Jepang selama di Jepang. Perbanyak latihan agar kamu semakin terbiasa berkomunikasi dalam Bahasa Jepang.

Cari tahu informasi beasiswa kuliah di Jepang.

Jepang memiliki banyak program beasiswa untuk mahasiswa internasional. Mulailah dengan mencari tahu informasi beasiswa di website resmi universitas atau institusi pendidikan di Jepang, serta situs-situs beasiswa terpercaya seperti JASSO (Japan Student Services Organization) dan MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology).

Buat rencana studi yang jelas.

Sebelum berangkat ke Jepang, buatlah rencana studi yang jelas, termasuk program studi yang akan diambil, universitas mana yang akan dituju, dan tujuan karier setelah lulus kuliah. Hal ini dapat membantumu fokus dalam mencapai tujuan.

Buatlah aplikasi yang baik dan sesuai dengan persyaratan beasiswa.

Pastikan kamu memenuhi semua persyaratan beasiswa dan membuat aplikasi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan beasiswa. Buatlah esai yang menunjukkan motivasimu untuk belajar di Jepang dan mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa tersebut.

Siapkan dokumen pendukung yang lengkap dan jelas.

Dokumen pendukung seperti transkrip nilai dan sertifikat bahasa Jepang sangat penting dalam pengajuan beasiswa kuliah di Jepang. Pastikan kamu memiliki semua dokumen yang dibutuhkan, dan semuanya jelas dan terbaru.

Meskipun mendaftar beasiswa kuliah di Jepang mungkin tidak mudah, namun jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Kamu juga bisa mendaftar kursus KitaCakap di sini: Kursus Bahasa Jepang, di mana kita akan belajar tidak hanya bahasanya saja tapi juga budaya dan tips praktikal untuk bisa berkuliah di Jepang. Teruslah berusaha dan jangan lupa untuk selalu memperbaiki diri dan kemampuanmu. Dengan upaya maksimal, kamu akan mendapatkan kesempatan belajar dan merasakan pengalaman yang tak terlupakan di Jepang!

 

Sumber:

https://www.topuniversities.com/student-info/scholarship-advice/scholarships-study-japan

https://www.jasso.go.jp/en/study_j/scholarships/index.html

https://www.mext.go.jp/a_menu/koutou/ryugaku/boshu/1357922.htm

Lancar Presentasi dalam Bahasa Inggris

Presentasi dalam Bahasa Inggris seringkali menjadi hal yang menakutkan. Namun, dengan persiapan yang matang dan latihan yang cukup, presentasi dalam Bahasa Inggris bisa menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat. Terlebih lagi, keterampilan ini juga bisa menjadi nilai tambah yang berharga untuk perkembangan karir Kamu lho!

Persiapan yang matang menjadi kunci sukses dalam melakukan presentasi berbahasa Inggris. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mempersiapkan presentasimu. Dua hal utama yang perlu disiapkan adalah konten dan penyampaian. Berikut ini akan dijabarkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantumu lancar presentasi dalam Bahasa Inggris.

Sebelum presentasi

  1. Sebelum dimulai, pastikan untuk memahami tujuan presentasimu dan karakteristik audiensmu. Hal ini akan membantu Kamu menentukan bahasa yang tepat dan strategi presentasi yang efektif. Jika audience datang dari negara lain, pelajari secara umum budayanya. Ketahui apa tujuan mereka melihat presentasimu dan sesuaikan gaya penyampaianmu dengan karakter mereka.
  2. Pastikan konten materimu memiliki struktur yang jelas. Jika menggunakan alat bantu seperti slides atau power point, pastikan kamu memiliki outline untuk menginformasikan kepada audience sejak awal apa saja yang akan dibahas dalam presentasi ini. Perjelas transisi dari masing-masing bagian dengan memanfaatkan page break atau section di dalam presentasimu.
  3. Latihan adalah salah satu hal terpenting yang harus Kamu lakukan sebelum melakukan presentasi dalam Bahasa Inggris. Cobalah untuk melakukan latihan di depan cermin/kamera atau teman-temanmu. Hal ini akan membantumu untuk mengenali kelemahan dan meningkatkan kemampuanmu. Selain itu, latihan juga membantumu merasa lebih percaya diri saat melakukan presentasi di depan audiens.

Saat presentasi

  1. Sampaikan presentasimu dengan pembukaan yang kuat, isi yang jelas, dan penutup yang berkesan. Dengan pembuka yang baik, audiens akan merasa tertarik dan antusias untuk mendengarkan. Isi yang jelas dan teratur akan memudahkan audiens memahami materi yang Anda sampaikan. Dan jangan lupa, penutup yang kuat akan meninggalkan kesan yang baik pada audiens. Selain itu, lakukan riset yang cukup untuk mendukung argumen-argumen dalam presentasi kamu, dan pastikan juga alur penyampaianmu runut dan mudah dimengerti.
  2. Gunakan beberapa frase yang berguna untuk beberapa hal ini:
    • memberikan gambaran agenda presentasi, contoh: 
      1. I’m going to focus on… 
      2. I’ll divide the presentation into 3 parts… 
    • menjelaskan grafik/tabel, contoh: 
      1. This graph shows an increase in… 
      2. As you can see in this chart…
    • mengundang partisipasi, contoh: 
      1. what do you think about… 
      2. how can we make a difference in..
  3. Gunakan signposting language, yaitu frase-frase yang digunakan untuk memandu audience berpindah dari satu poin ke poin lain. Sebagai contoh: 
    1. Now that you heard about…, let’s focus on…
    2. That covers my point about… next, I’d like to move on and discuss about…
  4. Selain mempersiapkan materi, body language dan kontak mata juga sangat penting. Pastikan Kamu memiliki postur tubuh yang baik dan menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan konten presentasi. Jangan lupa untuk menatap audiens dengan kontak mata yang baik, sehingga mereka merasa terhubung dengan presentasimu. Terkadang apa yang kamu tunjukan melalui tubuhmu lebih bisa ditangkap dibandingkan kata-kata yang kamu ucapkan lho!

Dengan persiapan yang matang dan latihan yang cukup, presentasi dalam Bahasa Inggris bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memberikan nilai tambah untuk perkembangan karirmu. Jangan lupa untuk mempersiapkan struktur yang jelas, pahami tujuan dan karakteristik audiensmu, gunakan signposting language, serta tunjukan postur tubuh dan kontak mata yang baik. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengambil kursus KitaCakap melalui link berikut: KitaCakap Course

Teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuanmu ya!

Perlukah Melanjutkan Kuliah S2?

Mengambil studi ke jenjang S2 memang memerlukan biaya dan usaha yang besar. Banyak argumen yang menyatakan bahwa kuliah S1 saja sudah cukup. Bahkan, ada pula yang menyatakan bahwa pengalaman kerja itu lebih dipentingkan dibandingkan gelar akademik. Namun, dari beberapa sumber kami, para profesional muda yang telah menyelesaikan kuliah S2, tenyata ada banyak manfaat yang secara nyata dirasakan dalam perkembangan karir mereka. Berikut ini beberapa manfaatnya:

Banyaknya peluang kerja baru.

Seorang lulusan S2 biasanya akan mendapat tawaran kerja di level yang lebih tinggi dan di berbagai industri. Hal ini bukan hanya karena adanya gelar yang lebih tinggi. Berhasil menyelesaikan studi S2 menunjukan motivasi yang tinggi. Selain itu, rekruter juga bisa melihat kualitas-kualitas lainnya yang dicari oleh banyak perusahaan, seperti persistensi, kemampuan mengelola waktu, dan kemampuan berpikir kritis.

Kredibilitas yang valid.

Dengan memiliki gelar S2, artinya kita sudah mendapatkan ilmu mendalam dan melalui serangkaian tes yang tentunya diakui atau divalidasi oleh institusi yang jelas kredibilitasnya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, tingkat pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh jenjang pendidikan menengah ke bawah. Hanya sekitar 0,18% dari populasi Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang pendidikan pascasarjana. Maka dari itu, memiliki gelar S2 bisa membuat nilai diri kita sebagai talent lebih tinggi dibandingkan dengan SDM lainnya. 

Peluang untuk kenaikan gaji.

Di beberapa perusahaan atau organisasi, gelar yang lebih tinggi sama dengan pangkat dan gaji yang lebih tinggi. Menurut laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019, lulusan pascasarjana di Indonesia memiliki peluang kerja yang lebih tinggi dan gaji yang lebih baik dibandingkan dengan lulusan sarjana. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa lulusan S2 rata-rata memiliki gaji sekitar 1,5 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan lulusan sarjana.

Terlatih berpikir sistematis.

Pentingnya mengambil studi ke jenjang S2 tidak hanya terbatas pada manfaat bagi karir, namun juga memberikan manfaat bagi perkembangan diri. Pengalaman membuat tesis atau menyelesaikan tugas-tugas kuliah S2 sangatlah berguna untuk melatih cara berpikir sistematis dan berorientasi pada pemecahan masalah (problem solving). Bahkan, penelitian oleh The Wall Street Journal menemukan bahwa 72% lulusan S2 memperoleh keterampilan berpikir kritis dan analitis yang kuat selama masa studi mereka. Keahlian ini tentunya sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Ilmu yang diperoleh di kelas.

Tentunya, ilmu yang didapat dari kelas juga sangatlah bermanfaat. Terlebih lagi jika jurusan yang diambil relevan dengan bidang kerja yang diinginkan. Sebagai contoh, jika seseorang bekerja di bidang keuangan dan memutuskan untuk mengambil gelar S2 di bidang keuangan atau akuntansi, maka ia akan mempelajari konsep dan teori yang lebih mendalam tentang topik-topik seperti manajemen risiko, pengendalian keuangan, dan analisis keuangan. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang aspek-aspek kritis dalam pekerjaannya dan membantu untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lebih kompleks.

Memperluas koneksi.

Ketika seseorang mengambil studi ke jenjang S2, ia juga akan bertemu dengan banyak orang baru dan memperluas jaringan profesionalnya. Dalam dunia kerja, koneksi sangatlah penting dan dapat menjadi faktor kunci dalam mendapatkan pekerjaan atau kesempatan bisnis. Koneksi juga bisa membantu seseorang memperoleh informasi terbaru mengenai bidang kerjanya. Koneksi juga dapat membuka pintu bagi peluang kerja baru yang tidak terlihat sebelumnya.

Meski demikian, sebelum memutuskan untuk kuliah S2, penting untuk mempertimbangkan dengan matang tujuan karir yang ingin dicapai. Biar bagaimanapun, memang benar menyelesaikan S2 akan membutuhkan usaha dan biaya yang besar, terutama jika dilakukan sambil bekerja atau dengan biaya sendiri. Lakukan riset yang mendalam dan eksplor berbagai info beasiswa untuk membantu meringankan biaya. Jika sudah yakin, berikan usaha yang maksimal dan tentunya semua usaha tersebut akan memberikan hasil yang bermanfaat untuk mengembangkan karir.

 

Sumber:

 

“The Value of a Graduate Degree: The Evidence” oleh The Conference Board of Canada. Dapat diakses di: https://www.conferenceboard.ca/e-library/abstract.aspx?did=6578


“Pengaruh Jenjang Pendidikan Terhadap Kenaikan Gaji” oleh Rumah Belajar Kemdikbud. Dapat diakses di: https://www.rumahbelajar.id/blog/pengaruh-jenjang-pendidikan-terhadap-kenaikan-gaji

Wawancara Bahasa Inggris: Tips Perkenalan Diri

Saat ini, interview atau wawancara dalam Bahasa Inggris telah menjadi hal yang umum dalam proses seleksi kerja atau bisnis. Bahasa Inggris menjadi bahasa universal dalam dunia kerja, terutama dengan semakin banyaknya perusahaan multinasional di Indonesia. Selain itu, lowongan kerja remote atau WFH (Work From Home) yang semakin meluas akibat pandemi juga menjadi peluang tersendiri bagi talenta Indonesia yang mampu berbahasa Inggris untuk bisa bekerja di perusahaan di berbagai negara.

Salah satu bagian terpenting dalam wawancara adalah Perkenalan diri. Menurut sebuah survei oleh LinkedIn pada tahun 2020, sebanyak 76% dari perusahaan yang mereka survei mengatakan bahwa perkenalan diri yang baik sangat penting dalam wawancara. Mengapa? Karena perkenalan diri adalah kesempatan pertama kamu untuk menunjukkan kemampuanmu dan menciptakan kesan yang baik pada pewawancara. Terutama dalam interview berbahasa Inggris, perkenalan diri dapat menjadi indikator bagi pewawancara untuk menilai kemampuan bahasa Inggrismu.  Oleh karena itu, penting untuk merencanakan perkenalan diri dengan baik dan mempersiapkannya sebelum wawancara. 

 

Jadi, apa saja yang perlu disebutkan dalam perkenalan diri? 

Nama

Pertama-tama, sampaikanlah nama panggilan dan latar belakangmu secara singkat. Contoh: “Hi, my name is John. I graduated from Universitas Indonesia with a degree in Computer Science, and I’m excited to be here today to interview for the software engineer position.” 

Kualifikasi

Lalu, jelaskan kualifikasi kunci yang sangat dibutuhkan untuk posisi yang kamu lamar. Ini bisa berupa keterampilan atau pengalaman kerja yang relevan dengan posisi tersebut. Contoh: “As a computer science graduate, I have experience in programming languages such as Java and Python, as well as experience in developing mobile applications. I am also experienced in working with Agile methodologies and have worked on several team projects during my studies.”

Perbedaan dengan Kandidat Lain

Selanjutnya, coba ungkapkan hal unik yang membedakanmu dari kandidat lain. Misalnya, kamu bisa menyebutkan kegiatan atau hobi yang kamu tekuni, atau pengalaman unik yang kamu miliki. Hal ini dapat membantu kamu membedakan diri dari kandidat lain yang memiliki latar belakang dan kualifikasi yang serupa denganmu. Contoh:  “What sets me apart is my passion for exploring new technologies and my ability to learn quickly. In my spare time, I love to participate in coding competitions and hackathons, which has allowed me to sharpen my skills and stay up-to-date with the latest trends in the industry.”

Kontribusi untuk Perusahaan

Terakhir, sampaikanlah kontribusi apa yang akan kamu berikan jika kamu terpilih untuk posisi tersebut. Pewawancara akan tertarik dengan orang yang memiliki visi yang jelas dan bersemangat untuk memberikan kontribusi positif pada perusahaan atau organisasi. Contoh: “My background in marketing has taught me how to create effective campaigns that drive results. If I were to be selected for this position, I would bring that expertise to the table and work to increase brand awareness and drive more leads for the company. I also have experience managing social media accounts and I would love to utilize those skills to expand the company’s online presence and engagement with its audience.”

Tips Praktis Lainnya

Ingat, perkenalan diri harus singkat dan padat, sekitar 30 detik. Tetapi, jangan sampai kamu terlalu terburu-buru sehingga pewawancara kesulitan memahami apa yang kamu sampaikan. Kamu juga perlu menyampaikan perkenalan ini senatural mungkin, jadi hindari kata-kata yang terlalu kaku, atau terlihat dihafalkan. Latihanlah perkenalan diri dengan teman atau keluarga terlebih dahulu agar kamu bisa menguasai perkenalan diri dengan baik.

Beberapa tips tambahan untuk perkenalan diri dalam wawancara bahasa Inggris:

  • Jangan menggunakan terlalu banyak kata-kata sulit atau bahasa formal yang tidak kamu kuasai
  • Gunakan bahasa tubuh yang tepat, seperti senyum dan kontak mata
  • Persiapkan dirimu dengan mempelajari vocab dan grammar yang relevan dengan posisi yang kamu lamar
  • Jangan lupa pelajari profil perusahaan atau bisnis yang kamu lamar, agar kamu dapat memberikan perkenalan yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Perkenalan diri yang baik akan memberikan kesan pertama yang positif pada pewawancara. Oleh karena itu, jangan anggap sepele bagian ini dan persiapkanlah dengan baik sebelum wawancara. Kamu juga bisa belajar lebih lanjut di course KitaCakap melalui platform Udemy atau berlatih langsung dengan tutor berpengalaman di bidang rekrutmen.

 

Semoga berhasil!

Kuliah di Amerika: Beasiswa dan Tips Mendapatkannya

Kuliah di Amerika pastinya telah menjadi impian banyak pelajar di Indonesia. Namun, bagi kebanyakan orang, hanya memikirkannya saja sudah terasa jauh di luar batas kemampuan. Negara yang lokasinya jauh, tingkat kompetitifnya yang tinggi, dan biaya kuliah dan hidup yang mahal menjadikan kuliah di Amerika sepertinya sulit dicapai. Namun, jangan menyerah dulu! Meskipun sulit, bukan berarti tidak mungkin. Dalam artikel ini, kita akan bahas tuntas manfaat kuliah di Amerika, pilihan beasiswa, dan tips untuk mendapatkannya.

Manfaat Kuliah di Amerika

Kuliah di Amerika menawarkan manfaat yang beragam, mulai dari meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris hingga menambah nilai kredibilitas dan nilai diri. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa diperoleh:

Mengasah kemampuan Bahasa Inggris

Salah satu manfaat yang paling jelas adalah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Di Amerika, para mahasiswa akan merasa dihargai dan didorong untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, sehingga mereka dapat mengasah kemampuan berbicara dengan baik. Selain itu, mereka juga dapat memperluas pemahaman tentang slank, idiom, dan gaya Bahasa Inggris yang berbeda-beda. Tentunya kemampuan Bahasa Inggris ini akan sangat bermanfaat untuk karir ke depannya.

Meningkatkan Percaya Diri

Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan kepercayaan diri. Kuliah di Amerika mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam kelas, seperti diskusi dan presentasi. Mahasiswa yang aktif akan mendapatkan nilai lebih baik, sehingga hal ini dapat membangun kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan publik.

Memperluas Peluang Kerja

Peluang kerja yang banyak, baik di kampus maupun di luar kampus, juga merupakan manfaat lainnya. Dalam menjalankan kuliah, mahasiswa dapat mencari pekerjaan sambilan yang dapat memberikan penghasilan tambahan. Selain itu, bergabung dengan berbagai komunitas di kampus juga akan membantu memperluas jaringan dan koneksi yang dapat membuka peluang kerja di masa depan.

Kesempatan Melihat Berbagai Budaya

Di samping itu, kuliah di Amerika memberikan kesempatan untuk mengenal budaya yang beragam. Berbagai budaya dari seluruh dunia hadir di Amerika, sehingga mahasiswa dapat belajar dan memahami keanekaragaman tersebut.

Bisa Berkunjung ke Berbagai Tempat Wisata

Selain itu, tempat-tempat wisata yang menarik seperti Grand Canyon, Las Vegas, dan Colorado, juga dapat dikunjungi dan dijelajahi oleh para mahasiswa.

Meningkatkan kredibilitas

Terakhir, kuliah di Amerika juga dapat meningkatkan kredibilitas dan nilai diri. Tidak semua orang bisa kuliah di Amerika, dan jika kita mendapatkan beasiswa, hal ini dapat memvalidasi bahwa kita memiliki kompetensi tertentu yang dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini akan memberikan nilai tambah pada CV dan meningkatkan nilai kredibilitas dan nilai diri kita.

 

Secara keseluruhan, kuliah di Amerika Serikat menawarkan manfaat yang beragam dan dapat membantu para mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dan nilai diri mereka. Oleh karena itu, jika Kamu memiliki kesempatan untuk kuliah di Amerika, jangan ragu untuk memanfaatkannya dan ambil semua manfaatnya!

Pilihan Beasiswa untuk Kuliah di Amerika

Ada beberapa jenis beasiswa yang bisa didapatkan, seperti beasiswa penuh atau parsial. Beasiswa penuh artinya semua biaya ditanggung, termasuk biaya hidup, sementara parsial hanya memberikan sejumlah bantuan dana dan sisanya harus kita cari sendiri.

Untuk S1

Untuk S1, banyak universitas di Amerika yang menawarkan bantuan pendanaan langsung, seperti American University, Michigan State University, dan University of Minnesota. Beasiswa ini bisa mencapai hingga 25 ribu USD, yang biasanya cukup untuk biaya tution dan hidup selama satu tahun, tetapi masih perlu tambahan untuk biaya lainnya seperti asuransi kesehatan dan buku. Ada juga bantuan finansial parsial yang bisa dicari, seperti di University of Kansas, Gonzaga University, dan New York University. Selain itu, ada juga program pertukaran, seperti Beasiswa Global Ugrad.

Untuk S2 dan S3

Untuk S2 dan S3, biasanya beasiswa yang ditawarkan adalah beasiswa penuh, dan umumnya disediakan oleh provider terpisah seperti Worldbank Scholarship, Fulbright, Humphrey, beasiswa prestasi dari USAID, dan LPDP. Beasiswa parsial juga masih ada yang ditawarkan oleh universitas langsung, seperti di University of Hawai at Manoa dan Knight Hennessy scholarship by Stanford. Kamu bisa temukan link untuk semua beasiswa yang disebutkan di akhir artikel ini ya!

 

Meskipun mendapatkan beasiswa, masih sangat mungkin adanya kekurangan dana untuk biaya lain seperti asuransi dan buku. Untungnya, di Amerika ada banyak kesempatan untuk bekerja sebagai mahasiswa, baik on campus maupun off campus. On campus job bisa ditemukan di beberapa jenis, seperti research assistanship, teaching assistanship, dan administrative assistanship. Beberapa kampus bahkan menawarkan bahwa jika kita bekerja on campus, biaya tuition kita sudah dicover, sehingga beasiswa bisa digunakan untuk biaya hidup atau bahkan disimpan untuk tabungan. Off campus job juga banyak tersedia, seperti di restoran atau toko.

Dengan begitu banyak pilihan beasiswa dan kesempatan untuk bekerja, kuliah di Amerika sekarang menjadi lebih terjangkau bagi orang Indonesia. Jadi, jika Kamu memiliki impian untuk kuliah di Amerika, jangan ragu untuk mencari informasi tentang beasiswa yang tersedia dan kesempatan kerja yang ada!

Tahapan dan Tips Mendapatkan Beasiswa

Mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Amerika memang tidak mudah, butuh persiapan dan kesabaran yang cukup, namun bukan berarti tidak mungkin. Berikut adalah tahapan yang perlu dilalui sebagai persiapan untuk mendapatkannya:

  1. Eksplorasi Semua Pilihan. Ada banyak jenis beasiswa yang tersedia, mulai dari beasiswa pemerintah, universitas, hingga organisasi swasta. Maka, sebelum memulai proses pencarian, pastikan untuk mencari informasi mengenai semua jenis beasiswa yang tersedia. Pastikan untuk rajin mencari informasi di internet dan jangan ragu untuk bertanya pada orang-orang yang telah mendapatkan beasiswa sebelumnya.
  1. Refleksi Diri. Sebelum mulai mencari beasiswa, Kamu perlu merenungkan kembali tujuan dan motivasi Kamu untuk kuliah di luar negeri. Pertimbangkan pula goal yang ingin dicapai setelah lulus nanti. Hal ini akan membantu Kamu untuk menentukan universitas dan jurusan yang sesuai dengan minat dan tujuanmu.
  1. Tentukan Tujuanmu. Setelah merenungkan diri, tentukanlah universitas dan jurusan yang sesuai dengan keinginanmu. Buat daftar universitas dan jurusan yang ingin Kamu ambil, lalu pilihlah 5-10 pilihan teratas yang Kamu inginkan. Pilih pilihan yang paling sulit sebagai target teratas dan pilihan paling aman sebagai target terakhir.
  1. Perhatikan Detail Requirement. Setiap beasiswa memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Pastikan Kamu memahami persyaratan dari setiap pilihan universitas yang Kamu pilih, seperti transkrip nilai yang dilegalisir, essay, CV, surat rekomendasi dari dosen/atasan, dan hasil tes seperti TOEFL, GRE, atau GMAT. Pastikan Kamu sudah mempersiapkan semua dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan.
  1. Persiapan Menyeluruh. Setelah mempersiapkan persyaratan, pastikan Kamu sudah siap untuk menghadapi tes dan wawancara. Lakukan tes dengan baik dan siapkan essay yang berkualitas. Jangan lupa untuk meminta feedback dari teman atau guru untuk meningkatkan essay dan persiapan lainnya. Lakukan wawancara dengan percaya diri dan santai.
  1. Apply dengan Cermat. Pastikan Kamu mengisi formulir aplikasi dengan benar dan lengkap. Jangan sampai kesalahan kecil seperti typo atau pengiriman dokumen yang tidak lengkap menghambat kesempatanmu untuk mendapatkan beasiswa.

Tips & Trick untuk Memperbesar Peluang

  1. Tentukan strategi terbaik. Secara umum, ada dua cara untuk mendapatkan beasiswa, yaitu dengan mencari beasiswa terlebih dahulu atau mencari sekolah terlebih dahulu. Beberapa beasiswa seperti Fulbright memberikan beasiswa terlebih dahulu, sehingga Kamu bisa mencari sekolah setelahnya. Sementara itu, beberapa orang memilih mencari sekolah terlebih dahulu dan kemudian mencari beasiswa. Pertimbangkan mana yang lebih cocok untuk Kamu.
  1. Berlomba-lomba mencari opsi. Jangan membatasi diri pada satu beasiswa atau sekolah saja. Cari semua kesempatan yang sesuai dengan tujuan Kamu, baik itu dari universitas atau lembaga penyedia beasiswa terpisah, beasiswa full atau partial. Aplikasikan semuanya dan nanti Kamu bisa memilih yang terbaik.
  1. Periksa lokasi dan jenis universitas. Lihat apakah universitas tersebut merupakan universitas publik atau swasta. Biasanya, universitas publik lebih murah daripada universitas swasta. Selain itu, periksa juga lokasi universitas, misalnya New York pasti lebih mahal daripada di kota Kansas. Pilihlah lokasi yang sesuai dengan kemampuan finansial Kamu.
  1. Periksa acceptance rate universitas yang Kamu inginkan. Acceptance rate adalah persentase dari jumlah pelamar yang diterima oleh universitas tersebut. Jadi semakin tinggi acceptance rate, semakin besar peluang Kamu untuk diterima di universitas tersebut. Namun, perlu diingat bahwa acceptance rate tidak selalu menjadi indikator kualitas universitas. Beberapa universitas dengan acceptance rate yang tinggi mungkin tetap memiliki reputasi yang baik, sementara beberapa universitas dengan acceptance rate yang rendah mungkin tidak selalu memiliki kualitas yang baik. Oleh karena itu, selain acceptance rate, pertimbangkan juga faktor-faktor lain seperti akreditasi, fakultas, program studi, fasilitas, biaya, lokasi, dan lain sebagainya.
  1. Cari universitas yang ramah terhadap mahasiswa internasional. Pastikan universitas yang Kamu pilih memiliki program financial aid, tidak memiliki kecenderungan rasialisme, serta memiliki kegiatan-kegiatan yang mendukung keragaman.
  1. Bersabar. Mendapatkan beasiswa membutuhkan waktu dan keberuntungan. Berikan waktu 2-3 tahun untuk prosesnya, meskipun terasa panjang, tetapi hasilnya pasti sangat memuaskan.

Mendapatkan beasiswa memang bukan perkara mudah, tetapi dengan menentukan strategi yang tepat, mencari opsi yang komprehensif, mempertimbangkan faktor lokasi, tingkat penerimaan, serta memilih universitas yang ramah terhadap mahasiswa internasional dan bersabar, akan membantu memperbesar peluang Kamu untuk mendapatkan beasiswa dan berkuliah di Amerika. Selamat mencoba!

Berikut adalah link untuk beasiswa yang disebutkan dalam artikel ini

American University: https://www.american.edu/admissions/international/ug-financial-aid.cfm 

Michigan State University: https://admissions.msu.edu/cost-aid/international-students/undergraduate-scholarships.aspx 

University of Minnesota: https://admissions.tc.umn.edu/costsaid/international.html 

University of Kansas: https://world.ku.edu/scholarships 

Gonzaga University: https://www.gonzaga.edu/admission/financial-aid/scholarships-grants 

New York University: https://www.nyu.edu/admissions/financial-aid-and-scholarships.html 

Global Ugrad: https://www.worldlearning.org/program/global-undergraduate-exchange-program/ 

Worldbank Scholarship: https://www.worldbank.org/en/programs/scholarships#3 

Fulbright: https://www.aminef.or.id/grants-for-indonesians/fulbright-programs/scholarship/ 

Humphrey: https://www.humphreyfellowship.org/ 

Beasiswa prestasi dari USAID: https://www.usaid.gov/indonesia/scholarshi p

LPDP: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/ 

University of Hawai at Manoa: https://manoa.hawaii.edu/admissions/graduate-tuition-assistance/ 

Knight Hennessy scholarship by Stanford: https://knight-hennessy.stanford.edu/

Pentingnya Memahami Budaya Kerja Saat Melamar Pekerjaan

Saat melamar kerja, salah satu hal yang seringkali lupa untuk kita peajari adalah budaya kerja perusahaan yang kita lamar. Padahal, budaya kerja adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, karena akan mempengaruhi kenyamanan dan kinerja kita di dalam perusahaan tersebut. 

Budaya kerja dapat diartikan sebagai seperangkat nilai, kebiasaan, norma, dan tradisi yang melekat pada suatu perusahaan atau organisasi. Hal ini mencakup cara-cara berpikir, berperilaku, dan berinteraksi antara sesama karyawan, maupun dengan pihak luar perusahaan. Budaya perusahaan, menurut Schein (2010), terbagi menjadi 3 level: artifacts, espoused beliefs and values, and basic underlying assumptions. 

3 Artifacts Budaya Kerja

Oleh karena itu, ada bagian dari budaya perusahaan yang terlihat jelas bahkan oleh pihak luar perusahaan, seperti:

  • Seragam
  • Jam masuk & pulang
  • Desain Kantor

Namun ada juga aspek yang tidak bisa dilihat secara langsung tapi bisa terlihat dari kegiatan sehari-hari akibat dari adanya kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut oleh para karyawannya, seperti:

  • Panggilan kepada atasan
  • Rutinitas
  • Kegiatan kantor

Ada pula bagian dari budaya yang terdalam, perwujudan dari asumsi mendasar yang sangat sulit untuk dilihat namun dapat muncul dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:

  • Bagaimana manajemen mengambil keputusan
  • Gaya komunikasi dengan sesama karyawan
  • Dari mana munculnya ide-ide dan inovasi

 

Lalu apa kaitannya dengan pelamar? Jawabannya adalah: kecocokan atau cultural-fit. Rekruter akan melihat apakah sikap dan gaya kerja kita cocok dengan budaya perusahaan. Begitu pula sebaliknya, kita perlu memperhatikan apakah budaya perusahaan cocok dengan preferensi kita, supaya kita bisa merasa nyaman dan berkinerja optimal di lingkungan kerja yang baru. Bahkan, studi oleh HBR (Harvard Business Review) menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki cultural-fit yang kuat dengan karyawan dapat meningkatkan tingkat retensi karyawan hingga 54% lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang tidak memiliki cultural-fit yang kuat.

Memaksakan diri untuk masuk ke perusahaan yang tidak cocok dengan karakter dan nilai-nilai diri kita akan berakibat kinerja yang tidak maksimal, perasaan tidak nyaman, dan akhirnya berujung pada keputusan mundur/resign atau gangguan kesehatan mental. Studi dari Robert Half menunjukkan bahwa sekitar 48% karyawan yang keluar dari pekerjaannya karena tidak cocok dengan budaya perusahaan. Bagi perusahaan, ini juga sangat merugikan karena akan membutuhkan waktu dan budget tambahan untuk proses rekrutmen ulang, dan juga mengganggu dinamika tim dan kinerja perusahaan secara keseluruhan, terutama untuk perusahaan dengan skala yang lebih kecil.

Budaya Kerja Start-up vs Korporat

Perbedaan budaya perusahaan bisa sangat terasa oleh karyawan, seperti perbedaan antara start-up dan korporat. Beberapa contoh perbedaan antara budaya start-up dan korporat:

 
Dinamika kerja

Start-up biasanya lebih dinamis dan memiliki siklus kerja yang cepat. Sebaliknya, korporat yang sudah besar akan memiliki aturan dan prosedur yang lebih ketat, sehingga membutuhkan waktu lebih lama menjalankan pekerjaan maupun untuk megajukan ide-ide baru.

 
Job description

Pekerjaan di start-up lebih luas, bisa mencakup job description beberapa fungsi sekaligus, sedangkan korporat biasanya memiliki cakupan pekerjaan yang lebih untuk masing-masing jabatan.

 
Fleksibilitas

Start-up juga biasanya lebih fleksibel baik dari sisi waktu dan lokasi kerja, lebih banyak yang menjalankan praktik WFH (Work from Home) maupun WFA (Work from Anywhere). Sedangkan, kebanyakan perusahaan besar memiliki lokasi kantor yang sudah ditentukan dan jam kerja yang lebih rigid.

 

Keberagaman Budaya Kerja Lainnya

Tidak hanya start up dan korporat, semua perusahaan sebenarnya memiliki budaya yang sangat berbeda antara satu dan lainnya. Pemerintahan, institusi pendidikan, BUMN, lembaga konsultan, retail, properti, semua memiliki budaya yang berbeda-beda. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut memiliki lingkungan kerja multikultural atau berasal dari berbagai negara. Sebagai contoh, dalam institusi pendidikan di Jepang, budaya kerja yang dijunjung tinggi adalah pendidikan yang berkualitas, inovasi, dan pelayanan prima kepada siswa. Sementara itu, pada lembaga konsultan dari Amerika, budaya kerja yang dijunjung tinggi adalah akurasi, kualitas, individualisme, dan solusi yang tepat dan terbaik bagi klien.

Saat melamar pekerjaan, memahami budaya kerja perusahaan sangat penting. Kamu dapat mencari tahu budaya kerja tersebut melalui situs web perusahaan, media sosial, atau wawancara dengan karyawan saat proses rekrutmen. Pastikan kamu mencari tahu nilai-nilai, norma, dan aturan-aturan yang berlaku di perusahaan tersebut. Dengan memahami budaya kerja perusahaan, kamu dapat menentukan apakah perusahaan tersebut cocok dengan preferensi dan nilai-nilaimu, serta dapat menyesuaikan diri dengan baik dalam lingkungan kerja yang baru. Dengan begitu, kamu akan merasa nyaman dan bisa bekerja dengan produktif serta memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perusahaan.

 

Sumber:


Schein, E. (2010). Organizational culture and leadership. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Harvard Business Review. (2017). Cultural Fit in the Workplace: A Literature Review. https://hbr.org/resources/pdfs/comm/achievers/hbr_achievers_report_sep16.pdf